Jadi PETANI, Berani ?

Akhir-akhir ini terjadi penurunan minat dibidang pertanian, yang berkecimpung dibidang inipun di dominasi oleh petani-petani usia lanjut, mungkin banyak faktor yang mempengaruhi mengapa ini bisa terjadi, faktor kondisi mikro dan makro ekonomi tentunya juga memiliki peran penting dalam sektor pertanian.

Banyak sekali sektor yang bisa dimasuki (bukan bidang pertanian) yang tentunya berbeda dengan para petanian era 80/90 an yang memang tidak ada pilihan lain selain memgelola sumber daya alam searif mungkin untuk dapat menyambung hidup. Jadi wajar jika di era tersebut kontribusi sektor pertanian dalam penyerapan tenaga kerja lebih dari 50%.

Kita menyambut baik tentunya dengan adanya banyak industri dan kemajuan teknologi yang semakin canggih dalam rangka memudahkan aktivitas manusia serta memiliki kontribusi dalam penyerapan tenaga kerja, tapi sebagai manusia yang butuh makan tentunya jangan sampai kita melupakan sektor penting ini.

Memang pada kenyataannya sekian besar jumlah petani di negara kita berada di bawah garis kemiskinan, banyak faktor yang mempengaruhi namun tidak juga kita harus takut berkecimpung di sektor satu ini.

Kaum intelek harus lebih berani dalam mengambil sikap, tentunya ilmu yang kita dapat tak hanya sekedar untuk bisa memperkaya diri sendiri tanpa memikirkan dampak disekitar kita.

Menjadi petani muda menurut saya adalah pilihan berani para generasi zaman now, sektor yang dulunya mainstream tapi akhir-akhir ini menjadi anti mainstream jika itu dilakukan seorang pemuda, apalagi yang bertitel S1 S2.

Ayo kita galakan kembali ditengah kaum muda, mari jadi petani ! Tentunya petani cerdas yang dapat memanfaatkan teknologi dengan bijak, mampu memberdayakan masyarakat sekitar dan membuka lapangan kerja. Di dunia serba canggih saat ini sangat mudah bagi kita untuk mendapatkan input yang berkualitas dan murah meriah di e-comerce dan pemuda-pemuda tentunya lebih update dalam teknologi untuk menciptakan sistem pertanian yang modern dengan produksi efektif dan efesien.

Sekian..

Mordiono (Calon Sarjana Pertanian)

Komentar

Postingan Populer